Peluang Keuntungan Yang Semu Dalam Judi Tembak Ikan Bisa Buat Orang Salah Jalan

Peluang Keuntungan Yang Semu Dalam Judi Tembak Ikan Bisa Buat Orang Salah Jalan

Konon Yudhistira bersedia memenuhi ajakan Sangkuni untuk bermain judi demi mendapatkan seluruh kerajaan Astina. Meski Yudhistira tahu bahwa judi adalah perbuatan buruk dan kemungkinan ia bisa kalah, tetapi toh ia masih berjudi juga. Akibatnya mudah ditebak. Yudhistira kalah telak sehingga seluruh kerajaan yang dikuasai Pandawa beralih ke keluarga Kurawa. Sejak saat itu seluruh keluarga Pandawa harus hidup menggelandang selama 10 tahun.

Petikan kisah Mahabharata itu selalu diceritakan oleh orang-orang tua kita agar anak cucunya dapat menolak judi sekaligus memberi rambu tentang dampak judi yang kejam, termasuk dampak negatif judi tembak online. Seorang yang kalah berjudi harus menerima konsekuensi kehilangan seluruh yang dia miliki, termasuk harta, keluarga, bahkan masa depannya. Penjudi yang sudah terlunta-lunta ini hakikatnya telah mati. Ia tidak memiliki apapun lagi untuk membuatnya kembali tegak, kecuali semangatnya untuk kembali berjudi. Penyakit judi kronis ini telah menggerogoti seluruh hati dan pikiran penjudi sehingga ia hanya memandang judi sebagai jalan hidup. Bahkan judi dianggapnya sebagai berhala yang layak untuk diberi sesaji dalam bentuk uang taruhan.

Kemenangan yang Menipu

Penjudi pemula biasanya diberi kesempatan oleh bandar untuk menang, menang, dan menang. Kemenangan berturut-turut inilah yang membuatnya berpikiran sempit. Penjudi pemula sama sekali tidak menyadari dampak buruk judi termasuk dampak negatif judi online yang kerap dimainkan. Baginya, mencari uang tidaklah sesulit yang orang lain lakukan. Sampai batas-batas tertentu, ketika penjudi pemula ini menyadari bahwa seluruh kekayaan yang dia miliki dianggap sebagai miliknya sebenarnya dia telah ditipu. Penjudi pemula ini telah ditipu, bahwa harta yang dimiliki sebenarnya bukan miliknya melainkan milik bandar yang kelak akan diambil kembali.

Saat bandar telah mengambil kembali miliknya, maka penjudi ini merasa dirugikan dan bertekad akan mengambilnya kembali dalam putaran judi berikutnya. Di sinilah ia mulai terjebak pada pusaran judi yang membuatnya bangkrut. Ia kan terus berjudi dan berjudi untuk berusaha mengambil kembali hartanya yang yang pernah hilang di meja judi. Tragisnya sesaat setelah dia mengalami kemenangan besar, ia tidak segera berhenti berjudi, melainkan justru makin memperbesar taruhan dengan harapan mendapat keuntungan yang lebih besar lagi. Dampak negatif judi online dan offline sama sekali tidak dihiraukan bagi pemabuk judi ini.

Setelah Kalah Pastilah Menang

Setelah kalah pastilah menang. Demikian jargon yang berurat berakar di sanubari para pejudi pemula yang kini telah berubah menjadi penjudi maniak. Baginya kalah berjudi adalah hal yang biasa dan pasti akan diambil kembali dalam kemenangan yang lebih besar keesokan harinya atau mungkin lusa. Lambat laun sindrom ini berubah menjadi penyakit yang membuatnya ketergantungan tanpa berpikir sedikitpun tentang efek buruk yang ditimbulkan dari perbuatannya dan dampak negatif judi tembak ikan online maupun offline.

Penjudi pemula yang kini telah berubah menjadi penjudi maniak, selalu punya cara untuk mengelabui orang-orang dekatnya bahkan dirinya sendiri. Dalam pikirannya sudah terpatri semangat, bahwa besok pasti menang. Kalaupun kalah,  ia akan memompa semangat berjudinya dengan sugesti menyesatkan, bawa besok pasti menang. Kondisi seperti ini terus terjadi berulang kali hingga penjudi benar-benar menderita dalam kemiskinan.

COMMENTS